Serumpun rumput ilalang bergoyang diterpa angin, angin sepoi-sepoi berdesir membawa butiran-butiran air, riak-riak air telaga bergerak lembut menyisir kaki-kaki pohon bakau. Awan tipis bergelayut menyambut senja.
Seorang nampak duduk termenung diatas bongkahan batu kali, terlihat diam, membisu seribu bahasa. Namun dari raut wajahnya terlihat begitu tenang, dengan sepasang mata terpejam, dengan postur duduk yang begitu santai, dengan jari-jari tangan saling bertautan, meski mata terpejam, nampak sesungging senyum simpul membesut pipinya yang kusut.
Sebuah keceriaan baru telah lahir…..
Ditengah-tengah kesendiriannya, diantara pepohonan dan riak air telaga yang sepi, diantara bongkahan batu kali, dan gemericik air sungai yang mengalir, diantara kelembutan desiran angin yang menyapa nampak ia begitu larut dalam kesendiriannya, nampak ia begitu hening dalam duduk diamnya, sesekali nampak kepalanya mengangguk-angguk, seperti ada sesuatu yang sangat dalam menyerap setiap bulir dari kesadarannya. Read the rest of this post »